Minggu, 23 Februari 2020

Karakteristik SIM

Sistem Informasi Manajemen



A. Definisi Sistem
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Suatu sistem adalah jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto, 1999:1). Menurut Murdik (2002) bahwa sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur atau bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang

B. Karakteristik Sistem
Sesuatu dikatakan sebagai suatu sistem apabila memiliki sifat-sifat tertentu seperti dikemukakan oleh Jogiyanto, sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni berikut ini.
a) Mempunyai komponen-komponen (components)
 Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponenkomponen dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

b) Batas sistem (boundary)
Setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya. Batas sistem adalah wilayah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungannya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c) Lingkungan luar sistem (enviromments)
Lingkungan luar adalah lingkungan di luar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif atau negatif suatu sistem tersebut. Pengaruh yang positif dapat dipelihara dan dijaga, sedangkan pengaruh negatif harus dikendalikan karena dapat mengganggu sistem.

d) Penghubung sistem (interface)
Penghubung adalah media yang menghubungkan atau mengintegrasikan antara satu subsistem ke subsistem yang lainnya menjadi satu kesatuan.

e) Masukan sistem (input)
Masukan adalah serangkaian data (signal input) atau maintenance input dari dalam atau dari luar lingkungan untuk diolah dalam sistem untuk dioperasikan. Contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

f) Keluaran sistem (output)
Keluaran adalah hasil dari proses dan diklasifikasi menjadi keluaran yang berguna. Keluaran merupakan masukan untuk subsistem yang lain. Informasi adalah keluaran yang dihasilkan dari proses.

g) Pengolah sistem (pemrosesan)
Pengolah merupakan suatu yang merubah masukan menjadi keluaran. Contoh Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan keuangan yang diperlukan oleh manajemen.

h) Sasaran sistem
Sistem yang baik tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai. Sasaran adalah sesuatu yang menjadi target yang ingin dicapai dari suatu sistem. Sasaran yang dicapai dari suatu sistem menentukan masukan yang dibutuhkan. Suatu sistem dikatakan berhasil apabila sasaran yang telah ditentukan dapat dicapai dengan baik.

C. Definisi Data
Data menurut Jogiyanto adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu, sedangkan Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut John J. Longkutoy mengemukakan bahwa “istilah data adalah suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi dan lain-lain. Jelasnya data itu dapat berupa apa saja dan dapat ditemui di mana saja. Kemudian kegunaan data adalah sebagai bahan dasar yang objektif (relatif) di dalam proses penyusunan kebijaksanaan dan keputusan oleh pimpinan organisasi.” Kenneth C. Laudon berpendapat bahwa data merupakan sekumpulan baris fakta yang mewakili peristiwa yang terjadi pada organisasi atau pada lingkungan fisik sebelum diolah ke dalam suatu format yang dapat dipahami dan digunakan orang. Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam format yang memiliki arti bagi manusia.
Jadi, data merupakan, data berupa bahan mentah sehingga perlu diolah dan relatif belum memberikan manfaat bagi penggunanya sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui media-media suatu model untuk dihasilkan menjadi suatu informasi yang berguna. Misalnya, data persediaan setiap barang di gudang berupa sejumlah lembaran kartu persediaan.

D. Klasifikasi Data
Klasifikasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda, Classificatie, yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis, classification. Istilah ini menunjuk kepada sebuah metode untuk menyusun data secra sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.
Data adalah catatan atas kumpulan fakta Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakandeskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Data dapat diklasifikasi menurut jenis, sifat, dan sumbernya. Menurut jenisnya data dibagi menjadi dua, yakni data hitung dan data ukur. Jika dilihat dari segi sifatnya dapat dibagi dua diklasifikasi, yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Dilihat dari sumbernya data dapat diklasifikasi menjadi data internal dan data eksternal.
1) Klasifikasi data menurut jenis data
a) Data Hitung (Enumeration / counting data)
Data hitung adalah hasil perhitungan ataujumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah presentase dari suatu jumlah tertentu. Mencatat jumlah mahasiswa dalam suatu kelas atau presentasi mahasiswa/mahasiswidalam kelas itu menghasilkan suatu data hitung.
b) Data Ukur (Measurement Data)
Data ukur adalah data yang menunjukan ukuran mengenai nilai sesuatu. Angka tertentu atau huruf tertentu yang diberikan oleh seorang dosen kepada mahasiswa setelah memeriksa hasil tentamennya disebut data ukur. Angka yang ditunjukan alat barometer atau thermometer adalah hasil proses pengukuran.

2) Klasifikasi data menurut sifat data
a) Data kuantitatif (Quantitative data)
Data kuantitatif adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan. Kalau jumlah universitas negeri di Indonesia di bagi dalam 2 golongan, maka ada golongan pertama yang jumlah mahasiswa lebih dari 5000 orang dan golongan yang lain kurang dari 5000 orang, ini merupakan penggolongan kuantitatif.
b) Data Kualitatif (Qualitative data)
Data kualitatif adalah data mengenai pengoolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat tertentu. Penggolongan fakultas- fakultas pada universitas negeri menjadi exacta dan fakultas exacta merupakan pemisahan menurut sifatnya. Penggolongan mahasiswa pada fakultas yang menggunakan sistem kredit ke dalam penilaian studi dengan grade A,B,C,D didasarkan pada sifat-sifat kualitatifnya.

3) Klasifikasi data menurut sumber data
a) Data Internal (Internal data)
Data internal adalah data yang asli, artinya data sebagai hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang lain.
b) Data Eksternal (External data)
Data eksternal adalah data hasil observasi orang lain, seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan, meskipun data tersebut merupakan hasil kerja orang lain.
Data eksternal dibagi menjadi dua:
1. Data ekternal primer ( primary external dat)
Data primary eksternal adalah data dalam bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemilknya sendiri, yakni orang yang melakukan observasi sendiri.
2. Data Eksternal sekunder (secondary external data)
Data eksternal sekunder adalah data yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.

E. Definisi Informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam mengambil setiap pengambilan keputusan. Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu informaction (tahun 1387) yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis besar, konsep,ide
Definisi menurut Agus Mulyanto (2009:12),informasi adalah “data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata”.
Pengertian menurut Krismaji (2015:14), Informasi adalah “data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat”.
Hal serupa disampaikan oleh Romney dan Steinbart (2015:4) : Informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penggunanya.

Perangkat Keras Jaringan Komputer

Perangkat Keras Jaringan Komputer dan Manfaat Sistem Informasi Manajemen




A. Sistem Informasi
Adalah Kombinasi 3 komponen sebelumnya dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
Terdapat beberapa pengertian sistem informasi menurtu beberapa para ahli sebagai berikut:
Sistem informasi menurut Tata Sutabri adalah suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Jogiyanto, sistem informasi didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
Kenneth C. Laudon, mendefinisikan sistem informasi secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, serta mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Sebagai tambahan terhadap pendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali, sistem informasi dapat juga membantu para manajer dan karyawan untuk meneliti permasalahan, memvisualisasikan pokok-pokok yang kompleks, dan menciptakan produkproduk baru.

B. Perangkat Keras Jaringan Komputer
Perangkat Keras Jaringan Komputer adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dalam jaringan komputer agar setiap komputer yang terhubung dapat saling berbagi data, file, dan sumber daya lainnya. Ada beberapa perangkat keras dan fungsinya sebagai beikut:

1) Modem
Modem (Modulator Demodulator) merupakan perangkat yang menghubungkan kita ke internet. Perangkat ini berfungsi mengubah sinyal Analog menjadi sinyal Digital. Modem mengganti sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog ketika melewati medium seperti saluran telepon, kemudian modem merubah kembali sinya tersebut menjadi sinya digital saat menuju komputer tujuan. Hal ini dilakukan agar bisa dipahami oleh komputer.

Modem (Modulator Demodulator)


2) Router
Router adalah salah satu hardware dalam jaringan komputer yang dilengkapi oleh Network Operating System. Router ini berfungsi untuk menggabungkan antara satu segmen jaringan dengan segmen jaringan komputer yang lainnya atau menggabungkan beberapa LAN agar menjadi jaringan yang lebih luas.

Jenis-jenis Router :
a) Router Aplikasi  : Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada system operasi, sehingga system operasi tersebut akan memiliki kemampuam seperti router.
b)  Router Hardware : Adalah hardware yang memiliki kemampuan seperti router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarka atau membagi IP adress dan men-sharing IP Address.
c) Router PC : Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut  akan dapat  menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan  oleh Sistem  Operasi tersebut


Router

3)  Kabel Jaringan
Kabel jaringan merupakan peralatan yang berfungsi sebagai media penghubung antara komputer dengan komputer atau komputer dengan perangkat jaringan lainnya. Berikut adalah jenis-jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer.
a) Twisted Pair (UTP dan STP)
b) Coaxial
c) Fiber Optic


Kabel Jaringan

4) NIC (Network Interface Card)/ Kartu Jaringan
Perangkat keras jaringan komputer yang satu ini dikenal dengan istilah Ethernet Card atau lebih populer dengan istilah LAN Card. Adalah kartu jaringan yang berfungsi sebagai penghubung antar komputer dengan sebuah jaringan. Umumnya NIC ini sudah terintegrasi dengan motherboard komoputer dan laptop, namun ada juga berupa kartu yang ditancapkan ke motherboard. Bahkan seiring dengan maju perkembangan, ada juga yang berupa USB.

Nic (Network Interface Card)


5) Tang Crimping

Alat menyerupai tang yang berfungsi untuk memotong kabel, melepas pembungkus kabel, dan memasang konektor.


Tang Crimping

6) LAN Tester
LAN Tester adalah alat untuk menguji kabel LAN apakah pemasangan atau proses crimping telah berjalan dengan benar atau belum.
Fungsi Lan Tester
a) Melakukan pengecekan kerusakan pada kabel jaringan
b) Mengecek apakah kabel yang digunakan bisa berjalan dengan baik atau tidak
c) Melakukan pengecekan tepat atau tidaknya penyusunan kabel straight ataupun cross line
d) Melakukan testing pada sebuah konektivitas LAN pada jaringan
e) Sebagai panduan untuk melakukan pengecekan dan diagnosis pada jaringan

Lan Tester

7) Konektor
Konektor adalah sejenis jack yang dipasang di kedua ujung kabel. Banyak sekali jenis konektor yang ada namun tentunya konektor ini disesuaikan dengan jenis kabel yang dipakai. Berikut beberapa jenis kabel beserta konektornya, diantaranya :
a) Konektor SC dan ST untuk kabel jenis Fiber Optik
b) Konektor RJ-45 untuk kabel UTP. Adalah kabel ethernet yang biasa digunakan pada topologi jaringan komputer LAN maupun jaringan komputer tipe lainnya.
c) Konektor RJ-11 untuk kabel STP. Adalah standar konektor yang digunakan pada pasangan 2-4 (kawat) kabel telepon.
d) Konektor BNC untuk kabel jenis Coaxial.



Konektor RJ-11

Konektor RJ-45


8) HUB
 Hub atau dikenal dengan istilah network hub adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya dalam suatu sistem jaringan. Untuk itu Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka semua jariangan komputer akan terputus dan terganggu.
Hub berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir informasi yang dikirim. Hub memiliki sejumlah port sehingga hub sering disebut sebagai multiport repeater. Pada hub, sinyal yang dikirim akan diterukan ke semua port yang dimiliki. Pada hub hanya terdapat satu jalur untuk semua data yang masuk dan keluar. Sehingga setiap data harus bergantian menggunakan hub jika tidak ingin terjadi tabrakan. Hub hanya mempuyai satu collision domain (wadah tabrakan) untuk tiap port. Hub hanya mendukung half duplex yaitu data hanya dapat dikirim dan diterima secara bergantian.
Fungsi Hub
a) Membuat jaringan lokal dari beberapa komputer
b) Mentransmisikan jaringan, terutama LAN
c) Penguat sinyal dari suatu jaringan
d) Mempengaruhi proses konektivitas antar jaringan
Kelemahan dari hub
a) Apabila hub mengalami kerusakan, maka keseluruhan  jaringan komputer akan mengalami kegagalan
b) Tidak bisa mengatur kecepatan ataupun jumlah paket data yang ditransmisikan ke komputer client

Hub

9) Switch
switch adalah suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer agar dapat melakukan pertukaran paket, baik menerima, memproses, dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.
Switch bekerja pada lapisan datalink sehingga sering disebut sebagai switch lapisan ke dua (Layer-2 switch). Cara kerja switch mirip dengan bridge yaitu mampu untuk mengenal alamat MAC. Switch memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada di jaringan. Dengan menggunakan tabel alamat ini, switch meneruskan data ke alamat MAC komputer yang dituju. Data yang masuk dan keluar dari suatu port dapat langsung masuk switch tanpa harus menunggu data lain yang melalui port lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch mempunyai collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan.
Perbedaan Hub Dengan Switch
Yang membedakan fungsi hub dengan switch adalah kemampuannya. Switch memiliki kemampuan yang lebih pintar daripada hub, karena switch mampu membatasi dan juga mengatur jumlah paket data yang ditransmisikan ke dalam komputer client yang terhubung dalam jaringan. Jadi, dengan menggunakan swictch, pengaturan data antar client bisa dibedakan.

Fungsi Utama dari switch
a) Untuk menerima sinyal dan juga data dari komputer atau server
b) Mentransmisikan data dari server atau host ke dalam jaringan dan kepada client
c) Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari server atau host menuju client
d) Dapat mengatur dan juga membatasi jumlah paket data yang ditransmisikan kepada client.
e) Sebagai central connection point
f) Dapat berfungsi sebagai repeater
g) Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di dalam suatu jaringan.


Switch

10) Bridge
Bridge adalah alat yang mampu menghubungkan jaringan komputer LAN yang berbeda. Bridge memungkinkan sekali untuk dilakukannya koneksi jaringan komputer semisal Ethernet dengan fast Ethernet, ataupun segala tipe jaringan yang serupa maupun sama namun dalam wilayah LAN yang berbeda. Itulah sedikit pengertian bridge.
Bridge digunakan untuk memecah jaringan yang besar menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil. Jaringan-jaringan kecil tersebut dihubungkan oleh suatu bridge. Bridge bekerja pada lapisan datalink. Bridge mampu mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada di jaringan. Dengan menggunakan tabel alamat ini, bridge meneruskan data ke alamat MAC komputer yang dituju.


Bridge

11) Repeater
Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint).
Ketika suatu isyarat melintas sepanjang kabel, isyarat tersebut cenderung mengalami penurunan kekuatan atau daya. Repeater adalah alat yang dapat menguatkan (boost) isyarat jaringan yang melintasinya.

Fungsi Repeater :
a) Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar)
b) Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar)
c) Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server


Repeater

12)  Gateway
Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda.

Fungsi Gateway
a) Berguna Untuk Protocol Converting
b) Memudahkan Akses Terhadap Informasi
c)  Berbagi Perangkat Keras
d) Pengamanan Serta Pengaturan Data
e)  Menstabilkan dan Meningkatkan Performa Komputasi
f) Sebagai Pintu Masuk Jaringan Satu Dengan Jaringan Lainnya
g) Menggabungkan Dua Atau Lebih Jaringan Dengan Arsitektur dan Topologi Yang Berbeda Menjadi Satu Jaringan Yang Utuh
h) Menghubungkan Satu Jaringan Komputer Besar Dengan Jaringan Komputer Besar Lainnya



Gateway


13) Brouter
Brouter adalah bridge dan router jaringan yang digabungkan dalam satu produk. Bridge adalah perangkat yang menghubungkan satu jaringan area lokal (LAN) ke jaringan area lokal lain yang menggunakan protokol yang sama (misalnya, Ethernet atau token ring). Jika unit data pada satu LAN dimaksudkan untuk tujuan pada LAN yang saling berhubungan, bridge meneruskan unit data ke LAN tersebut; jika tidak, ia meneruskannya pada LAN yang sama.

Bridge biasanya hanya menawarkan satu jalur ke LAN yang saling terhubung. Router menghubungkan jaringan ke satu atau lebih jaringan lain yang biasanya merupakan bagian dari jaringan area luas (WAN) dan dapat menawarkan sejumlah jalur ke tujuan di jaringan tersebut. Oleh karena itu router perlu memiliki lebih banyak informasi daripada bridge tentang jaringan yang saling berhubungan. Ini berkonsultasi dengan tabel routing untuk informasi ini. Karena unit data keluar yang diberikan atau paket dari komputer dapat ditujukan untuk alamat di jaringan lokal, pada LAN yang saling berhubungan, atau jaringan area luas, masuk akal untuk memiliki satu unit yang memeriksa semua unit data dan meneruskannya dengan tepat .


Brouter (Bridge dan Router)

C. Manfaat dari Sistem Informasi Manajemen
Ada beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen sebagai berikut:
1) Sistem infomrasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan teknologi baru.
2) Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif.
3) Mengidentifikasi kebutuhan pendukung sistem informasi.
4) Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi.
5) Memperbaiki produktif di dalam aplikasi pengembangan dan maintace sistem
6) Mengelola seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapat.
7) Sistem informasi manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan di dalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis.
Dapat meningkatkan aksebilitas.