Sabtu, 07 Maret 2020

Sistem Pengelolahan Transaksi Transaction Processing System (TPS)

Sistem Pengelolahan Transaksi (TPS)



Transaction Processing System (TPS) atau sistem pengelolahan transaksi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk keperluan transaksi sehari-hari. Sistem ini sangat berguna untuk menghasilkan atau memproduksi data. Daur ulang informasi TPS akan mendapatkan data dari luar dan dari dalam. Untuk data yang dari luar, TPS dapat ditemukan pada”front office” yang prosesnya sangat dekat dengan pelanggan, bahkan ada yang berinteraksi lansung dengan pelanggan. 



Contoh TPS yang mendapat data dari luar adalah pemasukan data penjulan, pembuatan faktur transaksi, pembuatan cek, reservsi hotel, keluar masuk data keuangan pada bank, “point of sale” atau komputerisasi pada kasir penerima uang ( cash register), dll. Sedangkan untuk data yang datang dari dalam, TPS dapat ditemukan pada perencanaan produksi, perpindahan bahan baku dan hasil produksi, pembayaran gaji karyawan, pembuatan data perpajakan, pembuatan nota pembelian, dll.
Pemakaian TPS biasanya tidak memiliki kemampuan komputer yang baik sehingga pemograman harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain;
1) Fool-proof/ tahan banting, program harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerusakan atau kemacetan, meskipun pemakaiannya tidak sesuai dengan uruta/aturan/prosedur.   
2) User-friendy/ mudah digunakan, program harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dipakai.
3) Memiliki perlengkapan interaksi (keluar/masuk) yang tangguh, bukan mewah. Misalnya, printernya adalah “dot matriks” bukan “laser”.
4) Dipersiapkan untuk pekerjaan yang berulang dan sesuai dengan data/ informasi  atau kejadian yang sebenarnya. Semakin mirip bentuk format di layar komputer dengan formulir atau data transaksi yang terjadi, maka makin efisien hasil yang di data.


Biasanya TPS dibagi menjadi dua solusi yaitu; Sistem On-line TPS, dan sistem batch TPS. Sistem On-line mempunyai hubungan lansung dengan bank data (database) sehingga pengambilan dan pemasukan data akan menimbulkan efek pada seluruh proses informasi di perusahaan. Contohnya, TPS pada Bank. Pengambilan uang pada bank akan dikonfirmasikan lebih dulu dengan data yang menyebutkan jumlah uang yang dimiliki oleh pelanggan. Sistem batch TPS, dilaksanakan nila data transaksi tidak memerlukan konfirmasi dari salah satu data pada bank data (database).


Contohnya, TPS pada supermarket. Penjualan barang pada supermarket tidak mengacu pada siapa pembelinya, stok yang masih ada, harga beli bahan, dll. Transaksi penjualan digabung ke bank data pada periode tertentu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar